Rabu, 11 Februari 2015

NILAI MERPATI


Nilai dari merpati tidak selalu bisa diukur dengan nominal rupiah. Ada kalanya orang berkata bahwa merpati yang kita beli terlalu mahal atau tertalu murah. Mahal tidaknya harga yang kita bayarkan untuk merpati sebenarnya sangat tergantung dari kita sendiri. Jacobin saya, dulu saya beli dari kisaran harga mulai dari 300.000an sampai 2.000.000an per ekor. Tidak berarti yang 300 lebih murah dari yang 2jt

Sebenarnya untuk apa dan juga pengetahuan kita tentang merpati itu sendiri adalah penentu nilai merpati yang kita beli. Adalah hal umum jika penjual mempromosikan dagangannya untuk mendapat harga setinggi mungkin. persaingan antar pedagang sering diwarnai dengan perang harga yang membuat calon pembeli berusaha mendapat harga yang paling murah. Satu pihak menawarkan harga sejuta, yang lain 1,5 juta.

Disinilah tujuan utama membeli merpati harus benar benar diutamakan. Jika memang yang dicari adalah kualitas, maka utamakan kualitas dan kesampingkan nominal harga. Karena kualitas unggul memang susah sekali didapat. meskipun kualitas keturunannya bisa diperbaiki tapi tidak bisa instant, butuh waktu yang panjang.

Dan jika memang punya merpati yang bonus atas jerih payah memelihara dan mempertahankan klualitas. Sedangkan hadiah utamanya adalah kepuasan, karena kepuasan hati memiliki merpati yang berkualitas unggul .....tak ternilai....

Baik murah atau mahal pun punya tempatnya sendiri.......

Kamis, 05 Februari 2015

Merpati Import vs lokal


Tren yang berkembang saat ini cenderung menganggap merpati import jauh lebih berkualitas dibanding merpati lokal. Ujung-ujungnya dalam persaingan harga merpati import punya nilai jual yang jauh diatas merpati lokal. Sedangkan merpati lokal terpuruk bahkan tidak jarang hanya masuk keranjang merpati daging. Persepsi seperti ini sudah saatnya diubah.

Perlu diketahui bahwa tidak semua merpati yang dilabel import punya kualitas yang unggul di kelasnya. Pengalaman saya membeli merpati, saat itu saya masih baru dalam merpati hias dan belum tahu apa-apa tentang standard, merpati  yang dikata import tersebut ternyata masih ada major fault. Saya butuh waktu sekitar tiga tahun hanya untuk menghilangkan satu fault dari pasangan yang saya beli. Hala ini mungkin saja merpati yang diimport fault tidak terdeteksi pengimport atau bisa juga seller dari negara asal yang tidak mempunyai standard tinggi dalam kualitas.

Meskipun mendapat merpati import yang berkualitas tetapi penangkaran yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah beternak yang baik, penurunan kualitas hanya tingggal menghitung hari.

Apabila ditekuni, merpati yang dicap lokal dapat mempunyai kualitas yang baik. Memang ini butuh kesabaran, ketelatenan dan juga biaya yang besar. Dulu saya beli dengan harga murah sekarang sudah menunjukkan adanya perbaikan yang lumayan. dari tidak punya dasi dan marking ekor yang sangat minim, kini sudah menunjukkan dasi yang sudah bisa dilihat dan juga marking ekor yang semakin jelas dan akurat. Mungkin dan saya berharap dalam 2 tiga atau empat tahun kedepan perbaikan dapat lebih baik lagi.

Singkatnya tidak perlu memaksakan membeli merpati import jika memang akan memberatkan keuangan. Merpati lokalpun dapat ditingkatkan kulaitasnya dengan metode penangkaran selektif